“ZAMAN SEKARANG cari kerja susah. Jangan terlalu idealis, cari selamat saja!” Mungkin, ucapan seperti ini pernah Anda dengar. Selintas, kedengarannya masuk akal. Namun, jika cari selamat dengan mendiamkan terus kecurangan atasan –yang bahkan tak ragu mengintimidasi bawahan– hati nurani Anda tak lagi bisa diam,kan?
Ya, prihatin saja tak cukup menghadapi perlakuan buruk atasan. Anda perlu berperan aktif, agar karir Anda tak terseret dan hancur karenanya. Berikut ini enam kasus kenakalan’ atasan. Simak solusi dan tipnya, agar Anda dapat terlepas dari masalah serupa.
GEMAR MENCARI KAMBING HlTAM
KASUS: Rekan kerja Anda memberi masukan kepada atasan. Masukan itu tidak sesuai prosedur terbaru perusahaan.Anda. sebagai pelaksana tugas di lapangan sudah mengingatkan, namun atasan tetap kokoh pada pendirian. Akibatnya, kekacauan pun terjadi saat Anda melaksanakan tugas itu. Ketika pimpinan meminta penjelasan atasan, is malah mengambinghitamkan Anda.
SOLUSI:
Dalam bukunya yang berjudul Our Emperors Have No Clothes, motivator dan konsultan karir Amerika Serikat, Alan Weiss, menyebutkan, kebiasaan mengambinghitamkan bawahan biasanya dimiliki atasan yang merasa `tidak aman’.Akibatnya, atasan sulit menerima hasil kerja yang tidak sempurna.
Jika Anda jadi korbannya, janganlah terbakar amarah. Utarakan maaf, lalu sebutkan langkah-langkah yang telah Anda upayakan, walaupun belum cukup untuk mencegah kekacauan yang terjadi. Gunakan kata dalam penjelasan itu, sehingga pimpinan sadar, kesalahan ini merupakan kesalahan departemen, dalam hal ini manajer Anda sebagai pemimpin departemen.
Tip: Sebagai antisipasi, buat catatan setiap instruksi atasan. Kirim- an tembusan ke pihak terkait. Simpan e-mail dalam folder khusus, sehingga suatu kali dibutuhkan, Anda dapat membukanya kembali sebagai bahan bukti
MENYALAHGUNAKAN FASILITAS KANTOR
KASUS: Atasan sering berlebihan memanfaatkan fasilitas kantor. Dengan alasan entertain klien, ia membanjiri bagian keuangan dengan bon-bon tagihan makan dan minum dari restoran dan kafekafe terkenal. Anda tahu persis, sering kali alasan atasan untuk mentraktir dibuat-buat. Di saat cuti, ia kerap memakai mobil kantor untuk kepentingan pribadi. Padahal,selama ini divisi marketing pimpinannya sulit ‘bergerak’ akibat keterbatasan transportasi.
SOLUSI: Usulkan kepada manajer personalia untuk membuat sistem yang memperkecil kemungkinan karyawan dan atasan untuk mencurangi fasilitas kantor. Contohnya, dengan menempatkan seorang staf khusus untuk mereservasi tempat pertemuan dengan klien, dan mengawasi batas plafon dana yang ditentukan bagian keuangan.
lowongan kerja dan info mengenai lowongan pekerjaan terbaru ada di klikkarir.com
Plafon dana masih bisa dibuat fleksibel, sesuai klien yang dijamu dan tingkat formalitas pertemuan itu. Setiap pertemuan bisnis sebaiknya dilengkapi meeting minutes. Dari sana akan tergambar jelas, siapa klien yang ditemui atasan dan isi pembicaraan mereka. Selain bermanfaat untuk pengawasan, catatan ini dapat dijadikan dokumentasi kearsipan. Permasalahan penggunaan mobil kantor di luar kewajaran bisa diangkat dalam rapat rutin, dengan membahas efisiensi penggunaan kendaraan dinas.
Sarankan pihak personalia untuk memasukkan hasil kesepakatan rapat dalam SOP (standard operating procedure). Keterlaluan kan jika peraturan yang dibuat dan ditandatangani sendiri masih dilanggar juga oleh atasan?
Hati-hati dengan Atasan tipe ini!!
Posted by: klikkarir on: Oktober 23, 2008
“ZAMAN SEKARANG cari kerja susah. Jangan terlalu idealis, cari selamat saja!” Mungkin, ucapan seperti ini pernah Anda dengar. Selintas, kedengarannya masuk akal. Namun, jika cari selamat dengan mendiamkan terus kecurangan atasan –yang bahkan tak ragu mengintimidasi bawahan– hati nurani Anda tak lagi bisa diam,kan?
Ya, prihatin saja tak cukup menghadapi perlakuan buruk atasan. Anda perlu berperan aktif, agar karir Anda tak terseret dan hancur karenanya. Berikut ini enam kasus kenakalan’ atasan. Simak solusi dan tipnya, agar Anda dapat terlepas dari masalah serupa.
GEMAR MENCARI KAMBING HlTAM
KASUS: Rekan kerja Anda memberi masukan kepada atasan. Masukan itu tidak sesuai prosedur terbaru perusahaan.Anda. sebagai pelaksana tugas di lapangan sudah mengingatkan, namun atasan tetap kokoh pada pendirian. Akibatnya, kekacauan pun terjadi saat Anda melaksanakan tugas itu. Ketika pimpinan meminta penjelasan atasan, is malah mengambinghitamkan Anda.
SOLUSI:
Dalam bukunya yang berjudul Our Emperors Have No Clothes, motivator dan konsultan karir Amerika Serikat, Alan Weiss, menyebutkan, kebiasaan mengambinghitamkan bawahan biasanya dimiliki atasan yang merasa `tidak aman’.Akibatnya, atasan sulit menerima hasil kerja yang tidak sempurna.
Jika Anda jadi korbannya, janganlah terbakar amarah. Utarakan maaf, lalu sebutkan langkah-langkah yang telah Anda upayakan, walaupun belum cukup untuk mencegah kekacauan yang terjadi. Gunakan kata dalam penjelasan itu, sehingga pimpinan sadar, kesalahan ini merupakan kesalahan departemen, dalam hal ini manajer Anda sebagai pemimpin departemen.
Tip: Sebagai antisipasi, buat catatan setiap instruksi atasan. Kirim- an tembusan ke pihak terkait. Simpan e-mail dalam folder khusus, sehingga suatu kali dibutuhkan, Anda dapat membukanya kembali sebagai bahan bukti
MENYALAHGUNAKAN FASILITAS KANTOR
KASUS: Atasan sering berlebihan memanfaatkan fasilitas kantor. Dengan alasan entertain klien, ia membanjiri bagian keuangan dengan bon-bon tagihan makan dan minum dari restoran dan kafekafe terkenal. Anda tahu persis, sering kali alasan atasan untuk mentraktir dibuat-buat. Di saat cuti, ia kerap memakai mobil kantor untuk kepentingan pribadi. Padahal,selama ini divisi marketing pimpinannya sulit ‘bergerak’ akibat keterbatasan transportasi.
SOLUSI: Usulkan kepada manajer personalia untuk membuat sistem yang memperkecil kemungkinan karyawan dan atasan untuk mencurangi fasilitas kantor. Contohnya, dengan menempatkan seorang staf khusus untuk mereservasi tempat pertemuan dengan klien, dan mengawasi batas plafon dana yang ditentukan bagian keuangan.
lowongan kerja dan info mengenai lowongan pekerjaan terbaru ada di klikkarir.com
Plafon dana masih bisa dibuat fleksibel, sesuai klien yang dijamu dan tingkat formalitas pertemuan itu. Setiap pertemuan bisnis sebaiknya dilengkapi meeting minutes. Dari sana akan tergambar jelas, siapa klien yang ditemui atasan dan isi pembicaraan mereka. Selain bermanfaat untuk pengawasan, catatan ini dapat dijadikan dokumentasi kearsipan. Permasalahan penggunaan mobil kantor di luar kewajaran bisa diangkat dalam rapat rutin, dengan membahas efisiensi penggunaan kendaraan dinas.
Sarankan pihak personalia untuk memasukkan hasil kesepakatan rapat dalam SOP (standard operating procedure). Keterlaluan kan jika peraturan yang dibuat dan ditandatangani sendiri masih dilanggar juga oleh atasan?